Pemprov Kalbar dan Perusahaan Sawit Anggota Gapki Jalin Sinergi

0
117

* Lewat Kesepakatan Bersama

PONTIANAK – Penandatanganan Kesepakatan Bersama antara Gubernur Kalbar dengan group perusahaan perkebunan kelapa sawit, digelar di Balai Petitih Kantor Gubernur Kalbar, Kamis (17/6) pekan lalu. Penandatangan tersebut semakin memperkuat sinergi Pemprov Kalbar dengan perusahaan sawit Anggota Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Kalbar dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji, dalam sambutannya mengatakan pemerintah tidak dapat bekerja dan mengandalkan kemampuan sendiri untuk mendorong pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
Karena itulah, dia berharap partisipasi pihak swasta, terutama perusahaan-perusahaan yang berbasis di desa. Tak terkecuali perusahaan perkebunan.

“Salah satunya adalah kontribusi perusahaan perkebunan yang ada di desa itu. Kalau berharap dari APBD saja, rasanya tidak mungkin,” ungkap Sutarmidji.

Sutarmidji mengatakan, perusahan dapat mengambil peran dalam pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Mereka juga bisa berkontribusi dalam pemeliharaan infrastruktur, seperti jalan. “Untuk jalan, perusahaan silahkan untuk dipelihara,” harapnya.

Sementara itu Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kalbar, Muhammad Munsif mengapresiasi peran perusahaan sawit anggota Gapki Kalbar terhadap pembangunan.
Dengan adanya kesepakatan bersama ini, semakin memperkuat regulasi yang akan memudahkan perusahaan dalam meningkatkan kontribusinya kepada masyarakat.

“Harmonisasi seperti ini yang sebenarnya menjadi harapan kita semua,” ucapnya.

Dia mengatakan, tanpa adanya kesepakatan bersama tersebut, sebenarnya perusahaan sawit sudah banyak berperan dan membantu. Dalam hal pemeliharaan jalan misalnya, program tersebut sudah berjalan dan jumlahnya terus bertambah.

Dari laporan yang kami terima, sudah ada sekitar 34 perusahaan yang tersebar di lima sampai enam kabupaten yang sudah berkontribusi untuk merawat jalan. “Program seperti ini yang diharapkan oleh gubernur,” tuturnya.

Selain pemeliharaan jalan, menurutnya perusahaan sawit juga sudah banyak menyalurkan dana tanggung jawab sosial atau CSR mereka kepada masyarakat. Penyaluran menurutnya secara langsung dan tidak langsung menyasar berbagai indikator, baik sosial, lingkungan, pendidikan, maupun ekonomi.
Dalam kaitannya dengan peningkatan status desa, harapannya adalah penyaluran dana CSR dapat diarahkan pada indikator-indikator indeks desa membangun.(lins)