JAROT PASTIKAN MASYARAKAT SINTANG SECARA UMUM NEGATIF CORONA SAMPAI SAAT INI.

0
485

Kalbarinfo – Sintang. Data Dinas Kesehatan Sintang per tanggal 27 Maret 2020, Orang dalam Pemantauan (ODP) tercatat 314 orang, sementara Pasien dalam Pengawasan (PDP) 2 orang. Yang Positif terinfeksi virus Corona atau Covid-19 nihil.

“Jadi, di Sintang ODP ada 314 orang, PDP ada 2 orang, dan yang positif terinfeksi covid-19 tidak ada atau nihil,” ungkap Bupati Sintang, Jarot Winarno, Sabtu (28/3/2020).

Karena itu, Bupati Jarot memastikan bahwa masyarakatnya secara umum belum ada yang terinfeksi postif Covid-19. Kendati demikian, upaya pencegahan dan penyebarannya pun terus dilakukan pemerintah. Walau, kesadaran masyarakat akan bahaya dan dampak Covid-19 masih belum maksimal.

Namun, Pemerintah Kabupaten Sintang tak bosan-bosannya memberikan sosialisasi dan edukasi kepada warganya agar mengikuti semua himbauan pemerintah.

Belakangan ini, pemerintah setempat tampak gencarnya melakukan penyemprotan cairan disinpektan di ruang publik dan perkantoran. Hal tersebut dilakukan sebagai upaya pecegahan penyebaran Covid-19 di Bumi Senentang.

Pemerintah ingin memastikan bahwa dalam kondisi yang tidak baik untuk berkativitas pemerintah hadir ditengah masyarakatnya. Sebab pemerintah hanya ingin melindungi masyarakat, agar jangan sampai tertular satu sama lainnya. Intinya, kita (pemerintah) hanya ingin melindungi masyarakat agar tidak tertular. Karena kita tidak tau kalau ada yang positif terjangkit virus corona,” ungkapnya.

Selain itu, yang harus diketahui oleh masyarakat bahwa sampai hari ini RSUD Ade M Djoen Sintang adalah salah satu rumah sakitn rujukan yang telah ditinjuk pemerintah pusat (pempus) dalam penanganan Covid-19, khusunya di wilayah Timur Kalbar. Olehkarenanya, saat ini RSUD Ade M Djoen mengangani 2 Pasien dalam Pengawasan (PDP).

“2 orang PDP itu bukan masyarakat kita (Sintang), tapi dari kabupaten lain yang di rujuk ke RSUD Ade M Djoen Sintang. Apakah pasien itu positif atau negatif covid-19, itu belum dapat kita pastikan, karena sampai hari ini kita masih menunggu hasil uji laboratorium Litbangkes di Jakarta,” ungkap Jarot.

Sebagai langkah mengantisipasi masuknya Covid-19 di Kabupaten Sintang, Bupati Jarot mengaku sudah melakukan berbagai langkah, baik itu warga pulang dari pontianak, luar kalbar, bahkan luar negeri dilakukan pemerikasan.

“Paling tidak selama 14 hari ada gejala atau tidak. Itulah yang di sebut dengan Orang dalam Pemantauan atau ODP. Jadi, jangan heran kalau di Sintang itu jumlah ODP-nya sampai 300 lebih, karena kita wajibkan yang pulang ke Sintang itu melaporkan diri melalui tim posko covid-19 Dinas Kesehatan Sintang,” pungkasnya.