BUPATI SAMPAIKAN DALAM DIALOK DENGAN WARGA PEMKAB KOMITMEN BAGUN DARI PINGGIRAN

0
117

Kalbarinfo – SINTANG. Bupati Sintang dr. H. Jarot Winarno melakukan dialog bersama masyarakat Desa Panekasan di Balai Pertemuan Desa Panekasan, Sabtu (15/2/2020).

Tampak hadir mendampingi Bupati, Kadis Perkim Kab. Sintang, Kadis Perhubungan Kab. Sintang, Kadis Nakertrans Kab. Sintang, 2 Anggota DPRD Kab. Sintang, unsur Forkopimcam Serawai dan pihak terkait lainnya.

Dalam kesempatan tersebut orang nomor satu di Bumi Senentang ini menyampaikan bahwa Pemkab Sintang terus berkomitmen membangun dari pinggiran sesuai dengan visi dan misinya. Seperti halnya yang di lakukan di Kecamatan Serawai ini. Dimana Pemkab bersama DPRD terus berupaya membangun akses-akses jalur darat menuju desa-desa di Kecamatan serawai dan fasilitas pembangunannya lainnya.

“Karena kita membangun dari pinggiran yang kita bangun ini seperti ruhan kita bangun disana ada bedah rumah, lalu tempat lainya juga seperti Rantau Malam dengan dana millenium challenge acount kemarin itu di bangun PLMTH, di Lundung dan tempat lainya juga di bangun”kata Jarot.

Selain itu juga Jelas Jarot, akses jalan saat ini juga sudah tembus ke Lembur Bernaung bahkan sudah bisa di tempuh menggunakan kendaraan roda dua. Jarot berharap pun sampai ke Rantau Malam juga jalannya bisa lebih bagus. Hal itu semua menurut Jarot yang paling berat itu adalah awal dari memulai pembangunannya karena tergantung kondisi hutannya.

“kalau sekarang ni kan sudah agak enak, dimana tunggu musim kemarau sedikit kondisi jalan akan dipadatkan, dikeraskan, jalan yang berparit-paritpun di perbaiki, jembatan-jembatan kita bangun, bukit yang tinggi bisa kita potong, dan itu tidak berhenti akan jalan terus”terang Jarot.

Untuk itulah Jarot meminta masyarakat di pedesaan tidak perlu kwatir, karena Pemerintah Daerah terus berkomitmen membangun dari pinggiran atau pedalaman, bahkan kata Jarot makin ke pedalaman justru akan terus di bangun. “Yang penting itu komunikasi dengan pemerintah. Nda perlu juga dengan bupati, misal ke dinas perkim minta bedah rumah, ke dinas kesehatan minta fasilitas kesehatan, ke dinas pendidikan minta fasilitas pendidikan dan ke dinas-dinas lainnya juga bisa”ujar Jarot.

Oleh karena itulah lanjut Jarot, apa yang telah di lakukan Pemerintah Daerah saat ini sudah membuahkan hasil dimana kalau tahun 2016 itu penduduk miskin di Kabupaten Sintang  ini masih 10,7%, tahun 2017 naik jadi 10,22%, 2018 naik lagi 10,35%, kemudian tahun 2019 mengalami penurunan jadi 9,65%. Hal itu pun menandakan ketimpangan pendapatan ekonomi masyarakat pedalaman di bandingkan dengan masyarakat di perkotaan kurang lebih sama atau ketimpangan itu kecil. Jadi Kab. Sintang itu terbaik sekalbar di hitung dari rasio gini yakni 0,26 %.

“Jadi itulah yang terbaik dari Kabupaten Sintang, angka kemiskinan sudah turun dan angka ketimpangan juga sudah turun. karena kita membangunnya juga dari pinggiran atau pedalaman. Udah terasa efek pembangunan yang kita lakukan ni”ungkap Jarot.

Selain itu juga Jarot menyampaikan bahwa Pemkab Sintang bersama jajaran TNI dan Polri punya tugas bagaimana mewujudkan desa sangat tertinggal di Kabupaten Sintang yang jumlahnya 86 desa bisa menjadi desa tertinggal hingga berkembang bahkan sampai menuju desa mandiri. Di jelaskannya ada ada 5 kategori sebuah desa itu yakni desa sangat tertinggal, desa tertinggal, desa berkembang, desa maju dan desa mandiri.

“karena desa mandiri di Kabupaten Sintang ini baru enam, desa maju 10, bayangkan dari 391 desa. Mudah-mudahan desa panekasan ini bisa menjadi desa berkembang dengan kita sama-sama memperbaiki sarana dan prasarana. Karena kurangnya disini yakni fasilitas kesehatan, nanti kita ajak dewan yang hadir ini bicarakan hal ini dengan dinas kesehatan bagaimana solusinya apakah di bangun poskesdes atau pustu”pungkas Bupati.

Sementara itu Kades Panekasan Rudi Hartono meminga kepada Pemkab. Sintang agar segera bisa membangun fasilitas kesehatan sehingga masyarakat bisa menikmatinya untuk mendapatkan layanan kesehatan yang layak. “kami pak bupati tidak ada pustu, dulu ada namanya balai kesehatan. Cuma sekarang di tempati oleh guru, karena tidak adanya rumah dinas guru jadi di tempatkan di situlah. akses jalan desa juga dari panekasan menuju desa baras nabun”kata Rudi.