JAROT LAKUKAN PELETAKAN BATU PERTAMA PEMBANGUNAN JEMBATAN RANGKA BAJA SUNGAI INGGAR DI DESA TUGUK KECAMATAN KAYAN HILIR

0
130

 

KalbarInfo.com Sintang – Sebagai upaya  menunjang kelancaran  sarana transportasi guna mendukung peningaktan perekonomian masyarakat di pedesan maupun pedalaman Bupati Sintang  dr.H. Jarot Winarno,M.Med.PH,  pada  hari ini Senin,01/04/2019 sore  melakukan Peletakan batu pertama Titik pembangunan Jembatan Rangka Baja Sungai Inggar di Desa Tuguk Kecamatan  Kayan  Hilir Kabupaten Sintang.

Dalam sambutannya  Bupati Sintang  dr.H. Jarot Winarno,M.Med.PH  mengatakan,  bahwa membangunan Sintang ini harus inklusif artinya membangun secara keseluruhan “hari ini saya hadir ditengah masyarakat , masyarakat harus tau bahwa tahun ini ada sebanyak 10  jembatan yang dibangun Pemkab Sintang, sebanyak 8 Jembatan  secara tuntas sudah selesai dilakukan ,  yang paling besar adalah jembatan Ketungau II yang menjadi mimpi masyrakat akan jadi tahun ini, dan seluruh jembatan yang ada dijalur Ambalau hingga Serawai  seluruhnya jadi , kemudian jembatan lain juga kita bangun hanya 2 jembatan yang akan kita bangun dalam waktu dua tahun  pada  tahun 2019 ini  yaitu jembatan Tuguk yang hari ini kita mulai canangkan  dan Jembatan Sungai Sekapat di Batang Hantu di desa Panding Jaya Ketungau Tengah”.

“pada tahun 2019  ini  di Kecamatan Kayan Hilir tidak saja  dibangun Jembatan , namun juga Kantor Camat , termasuk infrastrtur  yang menjadi tugas  dari Gubernur  jalur jalan Simpang Medang hingga Nanga Mau, nangah tebidah  hingga Blunyao, jadi membangun harus keseluruhan tidak boleh pilih-pilih , demikian juga di  Kayan Hulu juga kita bangun , termasuk hulu Tebidah dan Hulu Kayan juga kita bangun, kita memang membangun hingga daerah pinggiran yang paling jauh di  Kabupaten Sintang  ini”  tegas  Bupati Sintang  dr.H. Jarot Winarno,M.Med.PH.

Selain itu,  Bupati Sintang  dr.H. Jarot Winarno,M.Med.PH  juga menjelaskan, dengan dibangunnya Jembatan Rangka Baja Sungai Inggar di Desa Tuguk Kecamatan  Kayan  Hilir  ini, jalan yang digunakan ini nanti tidak hanya  bisa  dimanfaatkan oleh  masyarakat setempat,  namun juga sebagai angkutan sawit , dan tentunya kwalitas jalannya bisa menampung tonase mengangkut sawit  8 ton tentunya jalan juga akan diperbaiki, sehingga jambatan ini sangat penting.

“bahwa luas kabupaten Sintang ini seluas SEPERTI  Propinsi Jawa Barat sehingga  dan tentunya sangat memerlukan dukungan  semua pihak termasuk masyarakat, dan pemerintah kabupaten Sintang tidak akan mampu membangun sendiri ,  sehingga apabila  nanti nya   Jembatan Rangka Baja Sungai Inggar di Desa Tuguk ini apabila sudah jadi, masyarakat juga harus juga  harus dengan iklas  menyerahkan tanahnya tidak ada ganti rugi , masyarakat secara iklas berdamai,  dan  pada tahun ini Pemkab sintang  tahun ini  membantu dana sebesar  sembilan  ratus juta lebih  dan tahun depan melalui Dana ABT  akan ditambah sebesar dua milyard rupiah,  atau  sekitar 3 milyard rupiah  kemampuan pemerintah, karena dengan bangunan jembatan rangka baja dengan bentang 40 meter itu betul-betul bantuan  CSR dari pihk perusahaan PT.Gunas Grub kalbar, dan itu diperkirakan sekitar 3 milyard rupiah, yaitu sekitar  enam  milayar rupiah yang harus dipersiapkan untuk membangunan jembatan ini” tambah  Bupati Sintang  dr.H. Jarot Winarno,M.Med.PH.

Sementara itu,  Kepala Desa Tuguk  kecamatan  Kayan Hilir  A. Corbinianus  menjelaskan, dengan dibangunnya  Jembatan  Rangka Baja Sungai Inggar di Desa Tuguk  ini , selain mendukung   sarana transportasi darat  di sebelas desa yang ada  di kecamatan kayan Hilir juga geliat perekonomian bagi masyarakat  serta  mempercepat konektifitas  dengan Kecamatan Dedai.

Pada Peletakan Batu Pertama Titik pembangunan Jembatan Rangka Baja Sungai Inggar  di Desa Tuguk  Kecamatan Kayan Hilir , yang dilaksanakan  Bupati Sintang  dr.H. Jarot Winarno,M.Med.PH pada  hari ini Senin,01/04/2019 sore dihadiri pejabat  Dinas PU Kabupaten Sintang, pihak  PT Gunas  Grub Kalimantan Barat, Jajaran Forkopimcam Kecamatan Kayan Hilir, Kepala Desa serta para stafnya, Kepala Dusun ,Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, serta masyarakat (KI)