PASAR SAYUR MELATI SINTANG KM-4 SUDAH AKTIF.

0
580

Kalbarinfo.com -SINTANG. Pemerintah Kabupaten Sintang melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKMmenggelar acara syukuran atas pemanfaatan pasar sayur melati KM.4 Komplek BTN Cipta Mandiri II Kelurahan Sengkuang Kecamatan Sintang Kabupaten Sintang, Kamis (14/2/19) pagi. Turut hadir langsung dalam acara tersebut Bupati Sintang dr. H. Jarot Winarno,M.Med.PH.selain itu hadir juga Anggota DPRD Kabupaten Sintang Hermanto dan AM Abdurrazak, sejumlah unsur OPD Kabupaten Sintang, unsur forkopimcam Sintang, para pedagang dan tamu undangan lainnya.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Sintang Sudriman mengatakan pasar sayur Melati KM.4 Komplek BTN Cipta Mandiri II Kelurahan Sengkuang Kecamatan Sintang ini di bangun sejak 2003 lalu namun kondisi pasar tersebut kurangnya fasilitas pendukung seperti lahan parkir, jalan masuk yang kurang memadai. Untuk itu kata Sudirman pihaknya kembali melakukan pembenahan jalan masuk, perbaikan lantai, perbaikan meja, pemasangan listrik dan pemasangan sumur bor. “untuk pasar ini dimanfaatkan oleh pelaku usaha, dengan jenis usaha ada pedagang daging sapi,daging ayam, sayur mayur kemudian minuman, dan Alhamdulillah mulai 1 februari kemarin pasar ini sudah mulai dimanfaatkan berarti sampai hari ini sudah 2 minggu”kata Dirman.

Lanjut dirman, meskipun saat ini sudah di lakukan pembenahan dan dimanfaatkan kembali oleh para pedagang, namun para pedagangan mengeluhkan sepinya para pembeli yang datang, hal itu di sebabkan masih adanya para pedagang atau pelaku usaha yang sama yang berjualan di beberapa titik yang tidak diizinkan atau berjualan tidak di pasar melati tersebut. Terhadap persoalan-persoalan itu akui Dirman pihaknya sudah berkoordinasi dengan dinas terkait yakni Sat Pol PP dengan sudah melakukan penindakan secara persuasive dan secara tertulis.“kemudian kita mendatangi ke TKP langsung untuk memberikan peringatan tapi sampai hari ini masih saja pedagang melakukan aktivitas mereka disana, sehingga keluhan para pedagang di pasar melati ini selalu di sampaikan kepada kami”ungkap dirman.

Untuk itu, tambah dirman pihaknya mulai hari ini, kamis (14/2) akan terus melakukan pemantauan langsung ke lapangan bersama dengan pihak desa martiguna dan terus juga akan berkoordinasi dengan pihak Sat Pol PP.

Di tempat yang sama Bupati Sintang Jarot Winarno yang hadir langsung dalam acara syukuran tersebut, mengaku sering menerima keluhan atau aduan oleh para pedagang di pasar melati itu terkait kondisi pasar melati yang sepi pembelinya melalui Instagram dirinya langsung. “tiap hari saya dikirimi DM di ig tu, kami sudah mau tutup, keluh ibu-ibu yang dm di ig tu”kata jarot.

Menanggapi keluhan para pedagang tersebut, Jarot meminta Kadis Perindagkop dan UKM Kabupaten Sintang terus melakukan koordinasi dengan Sat Pol PP untuk mengambil tindakan terhadap keluhan para pedagang pasar melati mengenai masih adanya yang berjualan di tempat yang tidak semestinya sehingga kondisi transaksi jual beli di pasar melati terhitung sepi pembelinya. Selain itu juga tegas Jarot bahwa pemerintah daerah  akan melihat fasilitas apa yang perlu di tingkat di pasar sayur melati ini sehingga para pembeli dengan enak dan nyaman mau datang untuk berbelanja termasuk upaya adanya pemasangan wifi gratis yang di minta para pedagang.

“ibu-ibu ni mintanya aneh-aneh, ada yang minya wifi gratis nanti pak dirman koodinasi dengan kominfo agar bisa pasang wifi disini, minta parkirnya sdiaspal, sudah kita aspal, supaya orang mau datang sinikan,warung kopi yang murah meriah nyaman gitu lo di bikin di jual sini, gorengannya yang enak, makanannya yang beda kan. Jadi memang pasar ini harus memiliki daya tarik harus beda dengan pedagang sayur liar yang ada di luar-luar”kata jarot.

Jarot menambahkan jika perlu disperindagkop harus membangun tempat bermain anak-anak di halaman sekitaran parkir pasar melati, sehingga kalau ada ibu-ibu yang membawa anaknya kepasar bisa sambil bermain sementara ibuya berbelanja. Yang terpenting juga kata jarot pedagang juga harus menjaga kondisi pasar baik dari segi kebersihan dan kualitas barang dagangan di jual dan pemerintah akan terus berupaya bagaimana membangun fasilitas pendukung pasar agar menjadi dayak tarik sendiri di pasar tersebut.