Mungga ,S.H : Pose 3 ASN Dengan Dua Jari Bukan Pelanggaran.

0
121
KALBAR INFO.COM- SINTANG – Terkait Viralnya Tiga orang Aparatur Sipil Negara (ASN) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ade M Djoen, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat yang diduga terlibat politik praktis, Membuat Pengamat muda hukum  sintang Amungga Pratama,S.H Angkat bicara.
“Ia menilai jika tagar atau atribut bertuliskan #2019GantiPresiden  yang di permasalahkan bukanlah suatu pelanggaran kampanye, karena menurutnya hal itu tidak melanggar atau bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 7 tahun 2017 Tentang Pemilu.”Ungkapnya
Dalam foto unggahan salah satu akun FB yang viral itu, tergambar tiga petugas medis berpose menunjukkan ibu jari serta telunjuknya, mereka yang memakai seragam khusus ketika sedang berada dalam ruangan ini juga menggunakan penutup kepala yang bertuliskan #2019GantiPresiden.
“Apabila ada postingan atau bentuk protes dimedsos dari ASN tersebut kepada pemerintah, itu adalah sebuah bentuk kebebasan berpendapat. Yang terpenting tak ada penyebutan nama capres-cawapres atau penyampaian visi misi dalam tagar tersebut, dan tak ada ajakan untuk memilih capres tertentu, Bawaslu kan patokannya UU Nomor 7, jadi kalau dokter atau ASN itu di anggap ada melanggar UU Nomor 7 di situ baru Bawaslu yang bertindak,” tuturnya.
Pose jari dan penutup kepala yang digunakan adalah sebuah ekspresi seseorang,  Itu bukanlah suatu bentuk kampanye dan pelanggaran bagi ASN, kecuali jika ASN yang Bersangkutan mengakui bahwa postingan foto di medsos tersebut adalah sebuah bentuk dukungan kepada salah satu capres RI pada pilpres 2019 mendatang, dan menurutnya pose jari dan atribut tersebut tidak di daftarkan secara resmi ke KPU oleh capres sebagai tanda atau simbol milik salah satu capres.
Mari bersama kita tunggu saja hasil proses dan keputusan dari bawaslu, kan sudah ada pemanggilan dari bawaslu kab.sintang kepada pihak yang bersangkutan, biarkan proses nya berjalan, mari sama-sama kita ciptakan pemilu yang bersih dan berintegritas, tutupnya.