BP PAUD Dikmas Kalbar Tingkatkan Eksistensi

0
18
Program BP PAUD dan Dikmas Kalbar pelatihan yakni orientasi penguatan PTK-PAUD Dikmas pada pengelola PAUD.

MEMPAWAH – Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan berkomitmen yang tinggi untuk pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat di Indonesia. Hal ini ditunjukkan dengan dibentuknya 21 Balai Pengembangan PAUD dan Dikmas se Indonesia. Termasuk di wilayah Kalimantan Barat, yang dibentuk BP PAUD dan Dikmas Kalbar, sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 5 tahun 2017 tentang organisasi dan tata kerja BP PAUD dan Dikmas.

“Kita sejak dibentuk dan hingga sekarang terus menggiatkan capaian kinerja, meningkatkan eksistensi serta mewujudkan program-program BP PAUD dan Dikmas, sesuai dengan Tupoksi yang ditetapkan dalam Permendikbud, yang merupakan perpanjangan tangan atau pelaksana teknis dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam bidang program pengembangan PAUD dan Dikmas di Kalimantan Barat,” ujar Drs Mangasi Pasaribu, MM saat ditemui di Kantor Balai Pengembangan PAUD dan Dikmas Kalbar, beberapa waktu lalu.

Dijelaskan, tugas yang diemban BP PAUD dan Dikmas Kalbar adalah sebagai pelaksana teknis pengembangan program dan mutu PAUD dan pendidikan masyarakat. Semuanya tertuang dalam delapan fungsi Balai Pengembangan yakni a. pengembangan program pendidikan anak usia dini dan pendidikan masyarakat; b. pemetaan mutu pendidikan anak usia dini dan pendidikan masyarakat; c. supervisi satuan pendidikan anak usia dini dan pendidikan masyarakat; d. fasilitasi penyusunan dan pelaksanaan program pendidikan anak usia dini dan pendidikan masyarakat; e. pengembangan sumber daya pendidikan anak usia dini dan pendidikan masyarakat; f. pengelolaan sistem informasi pendidikan anak usia dini dan pendidikan masyarakat; g. pelaksanaan kemitraan di bidang pendidikan anak usia dini dan pendidikan masyarakat; dan h. pelaksanaan urusan administrasi BP-PAUD dan Dikmas. “Kita berusaha maksimal untuk mewujudkan fungsi yang kami emban tersebut, agar PAUD dan Dikmas di Kalbar ini dapat maju dan berkembang,” tambahnya.

Maka dari itu, ke depan diharapkan agar program-program pengembangan PAUD dan Dikmas di Kalimantan Barat ini mendapat respon dan dukungan juga dari pemerintah daerah Kota/Kabupaten. “Bahwa sesungguhnya Pendidikan Anak Usia Dini itu menjadi salah satu bentuk pelayanan dasar pada masyarakat, dan ini harus dipenuhi oleh pemerintah,” tambahnya. Ini semua, lanjut Mangasi Pasaribu, sebagai komitmen pemerintah terhadap masa depan generasi emas Indonesia. “Karena apa? karena sembilan puluh persen kemampuan otak kita dibentuk pada periode emas yakni pada usia dini. Itulah sebabnya, masa depan Indonesia yang akan datang ditentukan oleh bagaimana kita mempersiapkan anak-anak saat mereka berada pada periode emas ini,” tuturnya.

Keberadaan BP PAUD dan Dikmas Kalbar di sini, dalam rangka mempersiapkan generasi emas masa depan Indonesia tersebut yakni melakukan berbagai program, yang melibatkan pemerintah daerah serta  lembaga pengelola PAUD maupun Dikmas serta dengan dukungan pihak ketiga atau lembaga industri. “Kita berharap ke depan kerjasama ini dapat terus ditingkatkan dan dikembangkan,” ujar Mangasi Pasaribu. (pk/*)