131 Tenaga Medis Rumkit Ade M.Djon Sintang Mogok Kerja .

0
20

Kalbarinfo.com Sintang – Di Balai Pegodai, Askiman Terima 131 Petugas Kesehatan Yang Magang di RSUD AM Djoen Sintang , Setelah melakukan aksi mogok kerja, 131 petugas kesehatan yang magang di RSUD AM Djoen Sintang melakuan audiensi dengan Wakil Bupati Sintang Drs. Askiman, MM di Balai Pegodai pada Rabu, 14 November 2018.

Wakil Bupati Sintang yang didampingi Direktur RSUD am Djoen Sintang dr. Rosa Trifina dan jajarannya mendengarkan langsung seluruh aspirasi dan tuntuan petugas kesehatan. Usai mendengarkan tuntutan dan aspirasi petugas kesehatan yang bekerja di RSUD AM Djoen Sintang dengan status magang tersebut. Wakil Bupati Sintang menyampaikan bahwa saat ini Kabupaten Sintang memang sedang mengalami kekurangan tenaga medis dan guru. “bahkan pindah antar kabupaten dan provinsi sudah saya kunci dan tidak boleh. Soal mogok kerja saya harap kalian ingat juga dengan sumpah janji profesi yang tidak boleh meninggalkan pasien. Apakah dengan mogok akan membantu menyelesaikan masalah tentu tidak. Saya sudah berdiskusi dengan manajemen RSUD dan adanya masukan dari DPRD. Bahwa kita membuka honorer untuk orang luar magang di RSUD jika belum ada tenaga magang di situ. Seperti tukang cuci, kasir, pergudangan memang harus ambil di luar. Kami terus berpikir agar bisa mengurangi tenaga magang dengan mengangkat mereka menjadi honor” terang Askiman

“Sekarang RSUD AM Djoen sudah menjadi badan layanan umum daerah. Pengelolaannya sudah terpisah dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang. Jadi jika ada mendengar Dinas Kesehatan membuka peluang honor perawat. Tentu beda dengan RSUD AM Djoen Sintang. Tuntutan diangkat menjadi tenaga kontrak belum bisa kami jawab. Kami harus membahas dengan tim anggaran namun sekarang proses penyusunan anggaran sudah selesai dan sudah tidak mungkin di ganggu lagi karena sistem penyusunan anggaran sudah secara elektronik. Pengajuan anggaran sudah menggunakan aplikasi SIMRAL. Tuntutan pembukaan tenaga honor kontrak secara transparan. Saya akan awasi RSUD AM Djoen. Saya paham kalian yang sudah magang sudah memiliki pengalaman dan kemampuan sehingga layak diutamakan. Namun kami juga harus mendengarkan tuntutan masyarakat luar yang mau mengabdi. Jangan sampai ada nepotisme dalam pengangkatan honorer di RSUD AM Djoen. Kami mau diam-diam menerima honor tetapi ada tuntutan supaya diumumkan dan terbuka. Pembukaan secara internal ini ternyata ada orang luar yang menuntut. Saya minta manajemen RSUD AM Djoen untuk kompak dan tunduk pada pimpinan di sana. Staf harus tunduk pada pimpinan di sana. Saya minta pelayanan di RSUD cepat dan tepat” terang Askiman menjawab satu persatu tuntutan peserta aksi mogok kerja.

“Jangan sampai gerakan petugas magang ini diboncengi pihak lain. Tuntutan agar pencabutan SK magang yang dianggap tidak transparan, akan saya cek lagi SK yang mana. Soal keluhan yang banyak bekerja adalah tenaga magang dan  kontrak. Sementara beban kerja yang ASN kurang. Akan saya  awasi. Soal tuntutan untuk melakukan tinjau ulang penghargaan atas jasa medis para magang yang kadang dibayar tiga bulan sekali. Dapat kami sampaikan bahwa penghitungan jasa medis memang dilakukan tiga bulan sekali. Tuntutan untuk mendapatkan jaminan kesehatan dari BPJS untuk tenaga magang belum bisa dibantu karena aturannya tidak ada. Kami tidak memandang sebelah mata terhadap tenaga magang. Kami masih terus mencari format yang baik dan tidak melanggar hukum untuk memperhatikan tenaga magang. Saat ini belanja pegawai di Pemkab Sintang sudah sangat tinggi” tambah Askiman.

“kalau ada keluhan, kalian bisa datang langsung kepada saya. Saya siap bantu. Inilah tugas saya untuk mengawasi kebijakan. Jangan segan-segan untuk mengeluh kepada saya. Hal kecil pun akan saya bantu dan perhatikan.

Saya kurang setuju aksi mogok ini karena dampak tidak baik. Saya berharap tidak tidak ada lagi mogok kerja seperti ini. Saya tidak suka cara ini. Kalian tidak setuju dengan keputusan manajemen RSUD tetapi yang kalian siksa masyarakat yang sakit” keluh Wabup Sintang.

“keluhan soal passing grade yang tinggi juga akan kami sampaikan dan sekarang sudah bergulir wacana ini. Saya sudah sampaikan secara lisan kepada staf BKN yang ngawas di Sintang waktu tes kemarin bahwa Passing grade ini membunuh peluang daerah. Kami akan lakukan audiensi” tambah Askiman.

Diakhir audiensi, salah satu peserta aksi mogok kerja menegaskan bahwa  131 petugas kesehatan yang magang di RSUD AM Djoen Sintang akan tetap mogok kerja meskipun dengan resiko diberhentikan.  Mendengar keputusan tegas para peserta aksi mogok kerja, Wakil Bupati Sintang menegaskan tidak bisa memaksakan kehendak. “saya sudah perintahkan Kadis Kesehatan untuk mengatur dan menugaskan petugas kesehatan di Puskesmas dan Pustu untuk membantu pelayanan di RSUD AM Djoen Sintang supaya pelayanan kepada masyarakat bisa berjalan. Meskipun 131 petugas kesehatan yang magang di RSUD AM Djoen Sintang memutuskan PHK, saya masih buka pintu untuk siapa tau ada pribadi yang masih mau magang. Saya silakan hari ini masuk kerja dan membuat surat pernyataan. Saya tunggu sampai sore ini” terang Askiman.