Pendopo Bupati Sintang Terbakar Dini Hari Tadi.

0
89

Kalbarinfo.com Sintang -Rumah Dinas Bupati Sintang atau yang dikenal dengan Pendopo Bupati Sintang Ludes dimakan si jago merah dini hari tadi jam 00.20 (26/07/2018) Rumah  dengan halaman depan yang berbentuk arsitektur, hijaunya taman buatan mempermanis landscape bangunan yang menurut sejarah pernah didiami oleh Asisten Residen Belanda pada tahun 1882 silam.

Dengan Ornamen bangunan baik tampak luar dan dalam masih orisinil, yang  perawatan terus dilakukan tanpa merubah keaslian dan ciri khas kini tinggal kenangan.Menurut catatan sejarah sekitar tahun 1882 lalu, Asisten Residen Belanda tersebut tinggal di rumah yang kini menjadi Rumah Dinas Bupati Sintang, Kendati telah uzur, seluruh sisi arsitektur terlihat masih asri dan indah. Bangunan berpondasi kayu belian tersebut tampak kokoh menopang rangka atas bangunan.

Kebakaran terjadi  pada hari kamis 26/07/2018 sekitar jam 00.20 menurut informasi yang di dapat kru kalbarinfo.com dilapangan dimana pada saat kondisi cuaca hujan lebat dan disertai petir yang cukup kuat  sebanyak 3 kali dan menyambar gardu yang berada disamping pendopo bupati sintang ( dekat pos penjagaan ) sehingga menimbulkan percikan api dan menyebapkan listrik PLN padam.

Kemudian anggota jaga dirumah dinas Bupati langsung menghubungi petugas Pemadam Kebakaran Kab.Sintang, Sambil mengamankan barang-barang inventaris Bupati seperti dokumen, kendaraan dinas dan lain-lain, dikarenakan angin cukup kencang dan seluruh bangunan hampir terbuat dari kayu, mengakibatkan api cepat membesar dan sulit dikendalikan oleh tim pemadam kebakaran kab sintang yang memang sudah datang dengan begitu cepat setelah mendapat informasi terjadinya kebakaran di rumah dinas Bupati, semua tim  bahu membahu baik dari Damkar kab.Sintang, Busera, Manggala Agni, Water canon polres Sintang dan tangki Korem 121/abw, api baru bisa dijinakan pada jam 03.30 wib tanpa korban jiwa saat terjadinya kebakaran informasi yang di dapat Bupati Sintang dr.H.jarot Winarno tidak berada di Sintang tapi di Kota Palembang. (nank)