Suku Dayak Linoh Adakan Gawai Di Desa Bonet Lama

0
14

Kalbarinfo.com Sintang Bonet Lama – Masyarakat adat suku dayak di ketemenggungan Linoh Dakan Gandis kecamatan sungai tebelian, kabupaten sintang, adakan gawai dayak yang dipusatkan di Desa Bonet lama yang dihadiri oleh ketua DAD kabupaten sintang yang diwakilkan oleh sekretaris 1 DAD sintang bapak Yustinus. J. Spd. MAP. Staf ahli bupati Sintang, bapak camat sungai tebelian yang diwakilkan oleh kasi trantib Matius Atot. S. sos, Kapolsek, Danramil, para kepala desa, tokoh adat, dan masyarakat serta ikut juga penduduk suku jawa yang ada di desa bonet, serta tamu undangan. Senin (9/7/2018).

Gawai adat dayak ini merupakan kegiatan yang dilaksanakan setahun sekali, sebagai ucapan syukur atas usaha hasil pertanian, berladang ataupun pekerjaan, sehingga bentuk ucapan syukur pada Petara (TUHAN) ini perlu kita apresiasi dengan kegiatan-kegiatan dalam bentuk adat dan budaya, khususnya adat dayak di ketemenggungan Linoh Dakan Gandis. Dalam sambutannya bupati sintang dalam hal ini diwakilkan oleh staf ahli bupati bapak Drs. Syarifudin. MM mengucapkan terima kasih bahwa gawai adat dayak ini bisa terlaksana berkat kerjasama masyarakat, dan sekaligus membuka gawai dengan ditandai memukul gong tujuh kali, serta menyerahkan bantuan kepada panitia gawai. Sebelumnya sekretaris satu Dewan Adat Dayak (DAD) kabupaten sintang Yustinus. J. Spd. MAP.

Dalam sambutannya sangat mengapresiasi kegiatan gawai adat dayak linoh dakan gandis yang bisa dilaksanakan dengan sangat meriah. Berharap kegiatan ini terus dikembangkan agar kedepan adat dan budaya dan khususnya dayak tidak tergerus oleh pekembangan jaman. Pada awalnya Gawai Dayak dilaksanakan di rumah betang (rumah panjang) rumah adat suku asli Kalimantan yaitu suku Dayak. Persembahan berbagai makanan dan hasil alam dipersembahkan kepada leluhur untuk hasil panen yang baik,dan diantara salah seorang tetua suku akan membacakan mantra khusus untuk upacara ini, dan setelah upacara ini selesai maka perayaan Gawai Dayak pun secara resmi dibuka. Tetapi seiring dengan pekembangan jaman sekarang ini kita melestarikannya dengan mengisi bermacam kegiatan, seperti tarian adat, nyanyian lagu dayak, dan bermacam perlombaan adat, ungkap Yustinus. Gawai adat dayak nyelapat tahun ini dihadiri oleh beberapa kontingan dari enam desa sebagai peserta perlombaan yang masuk dalam ketemenggungan Linoh Dakan Gandis. Ada yang unik gawai adat dayak kali ini, karena ada penampilan kuda lumping dari suku jawa, yang juga merupakan penduduk setempat, ini adalah sebagai bentuk partisipasi dalam memeriahkan pesta adat kali ini, dan ini menunjukan bahwa suku dayak sangat menghargai kehadiran suku lain. (nank)