Polisi Periksa Terduga Teroris Kapuas Hulu

0
43
WASPADA TERORIS: Personel Densus 88 melakukan operasi penangkapan terduga teroris di Tangerang, beberapa waktu lalu. Jaringan teroris juga terdeteksi di Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. Toni Suhartono/Indopos

PONTIANAK –  Kepolisian Daerah Kalimantan Barat saat ini tengah mendalami dugaan keterlibatan seorang warga di Kabupaten Kapuas Hulu terhadap jaringan teroris. “Kita masih dalami. Masih diperiksa. Berdasarkan informasi, yang bersangkutan memang bukan asli warga Kalbar,” ungkapkan Kapolda Kalbar Irjen Pol Didi Haryono, kemarin.

Menurut Didi, untuk mengantisipasi adanya hal-hal yang tidak diinginkan, saat ini pihaknya kembali menghidupkan sistem keamanan lingkungan atau siskamling. “Jadi apabila ada hal-hal aneh, apabila ada orang-orang yang mencurigakan di lingkungannya, segera laporkan kepada Kepala Desa, Bhabinkhamtibmas atau babinsa setempat,” katanya.

Dengan demikian diharapkan kegiatan aneh ataupun orang-orang yang mencurigakan di masyarakat atau pendatang-pendatang baru yang tidak biasa di lingkungan tersebut dapat terdeteksi.

Masyarakat juga menurutnya harus aktif menanyakan perihal orang-orang baru di lingkungannya, menanyakan identitas dan memanfaatkan tiga pilar yang ada, yaitu kepala desa, Bhabinkamtibmas dan babinsa. “Karena tugasnya untuk itu,” ujar Kapolda.

Dia mengatakan bahwa pihaknya sudah menyampaikan hal itu di setiap kesempatan yang ada.  Seperti diberitakan sebelumnya, jajaran kepolisian di Polres Kapuas Hulu, mengaku sudah mendeteksi adanya “sel tidur” jaringan teroris di wilayah itu.

“Jaringan terorisme sudah ada hampir di seluruh wilayah Indonesia termasuk di Kapuas Hulu. Sudah ada sel tidur jaringan terorisme,” kata Kapolres Kapuas Hulu melalui Kabag Ops Polres Kapuas Hulu, Kompol Joko.

Menurut dia,  sel tidur jaringan teroris itu yang perlu diwaspadai, karena sel-sel itu kapan saja bisa bergerak menunggu perintah pimpinan kelompoknya. Ia menambahkan hingga saat ini memang situasi Kapuas Hulu sangat kondusif namun keberadaan sel tidur jaringan teroris itu sudah terdeteksi.

“Perlu kerjasama semua pihak untuk mencegah dan memerangi aksi terorisme itu agar tidak terjadi di Kapuas Hulu,” tegas Joko.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian menuturkan, saat ini hampir di semua provinsi terdapat sel JAD. Baik sel kelompok teror yang aktif atau tidak aktif. Pembagian tugas menangani sel kelompok terorisme dibentuk.

Tito menuturkan, dengan adanya sel hampir di semua provinsi, maka diperlukan pembagian tugas. Untuk Densus 88 Anti Teror dimemantau sel aktif. Namun, untuk Polda menangani sel-sel yang tidak aktif atau tidur. ”Polda sudah saya instruksikan bentuk Satgas Anti Teror menangani ini,” terangnya.

Berkaca dari kejadian bom di Surabaya, aksi tersebut dilakukan sel terorisme yang tidak aktif. Pembagian tugas ini menjadi penting untuk memonitor semua sel tersebut. ”Sehingga sel yang sebenarnya sudah terpetakan ini benar-benar termonitor,” ungkapnya di ruang rupatama Mabes Polri kemarin. (arf-pontianakpost)