Kurir Narkoba Ditembak Mati, Delapan Kilogram Sabu Disita

0
26
BARANG BUKTI: Kepolisian Daerah Kalimantan Barat merilis pengungkapan kasus penyalahgunaan narkotika dengan barang bukti sebanyak delapan kilogram sabu. Barang haram tersebut disita dari 14 tersangka yang diamankan di berbagai daerah. ARIEF NUGROHO/PONTIANAK POST
BARANG BUKTI: Kepolisian Daerah Kalimantan Barat merilis pengungkapan kasus penyalahgunaan narkotika dengan barang bukti sebanyak delapan kilogram sabu. Barang haram tersebut disita dari 14 tersangka yang diamankan di berbagai daerah. ARIEF NUGROHO/PONTIANAK POST

PONTIANAKĀ – Jajaran Kepolisian Daerah Kalimantan Barat menyita sedikitnya delapan kilogram narkotika jenis sabu dari 14 tersangka. Satu pelaku harus ditembak mati lantaran berusaha melawan petugas.

Empat belas tersangka kasus narkotika ini diamankan di sejumlah daerah, di antaranya Kabupaten Kubu Raya, Singkawang, Bengkayang dan Sanggau. “Mereka diamankan di enam tempat kejadian perkara. Terdiri dari 10 pria dan empat wanita. Dan satu orang lagi terpaksa harus dilakukan tindakan tegas (tembak) karena berusaha melawan petugas,” ujar Kapolda Kalbar Irjen Pol Didi Haryono dalam keterangan persnya, kemarin.

Menurut Kapolda, pengungkapan kasus narkoba ini sejak tanggal 22 Mei 2018 hingga 3 Juni 2018. Di mana pada 22 Mei 2018, Subdit I Direktorat Narkoba Polda kalbar melakukan penggerebekan terhadap sebuah rumah di Jalan Raya Sungai Berembang, Kompleks Alzaina Rekon, Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya.

Dalam penggerebekan itu, polisi berhasil menyita satu kilogram sabu dari pasangan suami istri D Kusnadi dan Desi Murni. Selanjutnya, pada 25 Mei 2018, Polsek Entikong mengamankan tiga kilogram sabu yang diselundupkan dari Malaysia. Saat penangkapan, polisi mengamankan tiga tersangka, yakni Syahadi, Muhammad Nur dan seorang perempuan bernama Lili.

Menurut Kapolda, pengungkapan penyelundupan sabu tersebut berawal dari informasi masyarakat bahwa akan ada penyelundupan sabu dari wilayah Malaysia ke Entikong yang disimpan dalam kotak mie instan.

Dari informasi itu kemudian dilakukan penyelidikan. Beberapa saat kemudian, polisi melihat seseorang yang mencurigakan sedang mengendarai sepeda motor KB 3195 UQ keluar dari rumah. Petugas kemudian melakukan pengejaran.

Pelaku pun akhirnya berhasil diamankan di Dusun Semeng, Desa Semanget, Kecamatan Entikong. Dalam penggeledahan, polisi mendapati tiga bungkus sabu yang diperkirakan seberat tiga kilogram yang dikemas dalam kardus mie instan dan rokok merek Parkway.

Dari penangkapan itu, polisi mengamankan tersangka Syahadi. Selanjutnya, dari hasil interogasi, diketahui barang haram tersebut berasal dari seseorang bernama Muhammad Nur alias Siman warga Desa Entikong.

Polisi kemudian melakukan pengembangan dan berhasil menangkap Muhammad Nur beserta barang bukti RM200. “Kemudian kasus dikembangkan di Pontianak dan diamankan lagi satu orang perempuan bernama Lili,” lanjut Kapolda.

Pada 29 Mei 2018, jajaran Polres Bengkayang berhasil mengamankan dua laki-laki bernama Muhammad Hermansyah dan Romy Limminto dengan barang bukti 2,090 kilogram sabu yang dikemas dalam bungkus teh merek Qing Shan dan 37 butir ekstasi serta sepucuk senjata api rakitan jenis revolver berikut amunisinya.

Menurut Kapolda, satu dari dua tersangka tersebut terpaksa ditembak karena melawan petugas dengan cara menabrak anggota yang melakukan pengejaran.

“Tersangka pertama diamankan di Seluas, Kabupaten Bengkayang. Dalam hal ini petugas mengamankan dua kilogram sabu. Saat dilakukan pengembangan terhadap pemilik, yakni Romy Limminto, yang bersangkutan berusaha melarikan diri dan mencoba melawan petugas. Akhirnya dilakukan upaya tindakan tegas dan yang bersangkutan meninggal dunia,” beber Kapolda.

Selanjutnya pada 2 Juni 2018, polisi kembali melakukan penggerebekan di sebuah rumah di Jalan Tritura Gang Eka Sapta Laut, Kelurahan Tanjung Hilir, Pontianak Timur. Dalam penggerebekan tersebut, polisi mengamankan empat tersangka diantaranya Kadir alias Tambul, Wildan Yatim, Riky Mainaky dan Andi Mardani.

Dari tangan keempat tersangka berhasil diamankan 10 bungkus sabu masing-masing seberat 100 gram dengan total 1000 gram atau 1 kilogram. Tidak hanya sampai di situ, polisi kemudian melakukan pengembangan dengan menggeledah sebuah rumah di Jalan Tritura Gang Angket yang dibantu oleh satu pleton Brimob. Seorang perempuan bernama Erdini Haryanti alias Maya pun diamankan dengan barang bukti 132 gram sabu.

Keesokan harinya, petugas Avsec Bandara Supadio Pontianak juga mengamankan seseorang bernama Haris Hamang, warga Jalan Wijaya Kusuma, Desa Banta Bantaeng, Kecamatan Rappocini, Kota Makasar. Calon penumpang pesawat Lion Air tujuan Pontianak-Makasar itu dicurigai membawa narkoba jenis sabu.

Dalam pemeriksaan, petugas Avsec Bandara Supadio bersama Subdit I Ditnarkoba Polda Kalbar berhasil mengamankan pelaku berikut barang bukti seberat satu kilogram yang disimpan di pinggang.

Gandeng PPATK dalam Terapkan TPPUĀ 

Secara terpisah, Direktur Narkoba Polda Kalbar, Kombes Pol Purnama Barus mengungkapkan, para tersangka yang berhasil diamankan saat ini merupakan kurir. Namun, ada sebagian dari mereka yang merangkap sebagai pengedar.

“Mereka rata-rata kurir. Tapi ada juga yang merangkap menjadi pengedar,” kata Purnama Barus. Menurutnya, dalam proses penyidikan kasus penyalahgunaan narkoba ini, pihaknya tidak hanya menerapkan pasal-pasal dalam UU Narkotika, tetapi juga menerapkan Undang-Undang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Dalam hal ini pihaknya menggandeng Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk melacak transaksi keuangan milik tersangka. “Pasti. Pasti kita gandeng PPATK. Dan saat ini kami tengah menyidik salah satu bandar narkoba. Prosesnya masuk dalam tahap I,” jelas Barus.

Dari hasil penyidikan yang dilakukan, lanjut Barus, pihaknya mendapati transaksi keuangan di perbankan yang nilainya mencapai miliaran rupiah. “Selain berbisnis narkoba, tersangka ini juga mengalihkan hasil bisnisnya dengan bisnis lain, yakni jual beli mobil,” lanjutnya.

Menurut dia, tersangka ini merupakan bandar besar di Pontianak. Bahkan ia diketahui memiliki akses langsung kepada bandar di Malaysia. (arf-www.pontianakpost.co.id)