BUPATI SINTANG JADI IRUP UPACARA HUT KOTA SINTANG KE 656

0
44

Kalbarinfo.com.SINTANG. Bupati Sintang,  dr. Jarot Winarno, M.Med.PH menjadi inspektur upacara pada Apel peringatan Hari Ulang Tahun Kota Sintang ke 656 di Stadion Baning Sintang, Rabu (9/5/2018).

Upacara di mulai dengan kirab Patung Burung Garuda memasuki lapangan upacara. Arak-arakan ini di iringi oleh marching band dari SMK Muhammadiyah Sintang. kemudian disusul oleh peserta upacara, yang terdiri dari unsur TNI, Polri, Satpol PP, ASN, Mahasiswa dan pelajar dari tingkat SLTP dan SMU.

“tema peringatan hari jadi Kota Sintang tahun 2018 ini, ‘Kota Sintang untuk semua’,” kata dr. Jarot. “melalui tema ini kita mau mengajak semua masyarakat Sintang yang ramah dengan perbedaan, siap menerima keragaman dan cerdas bekerjasama dalam persaudaraan antar sesama anak bangsa,” tambahnya.

Menurut orang nomor satu di Sintang itu, keharmonisan dalam perbedaan yang ada merupakan cita-cita Jubair Irawan I di masa lampau yang patut di aktualisasikan di jaman sekarang. Dr. Jarot menggingatkan masyarakat untuk membangun karakter kota yang inklusif, agar menjadi lingkungan masyarakat yang terbuka dan ramah terhadap perbedaan.

“kekuatan dari keharmonisan yang berasal dari perbedaan itu merupakan modal perubahan dan pembangunan di Sintang,” kata dr. Jarot. “selain inklusif, kitajuga harus memiliki karakter sebagai kota yang berkelanjutan,” lanjutnya.

“untuk proses penciptaan tersebut kita mulai dengan pendekatan dialogis, perluasan pelibatan publik, kita utamakan kerja yang profesional dan perkuat rasa kebersamaan,” ujar dr. Jarot. “hari ini kita menggunakan pakaian adat nusantara sebagai simbol indah bahwa kita bisa menerima dan menghargai keragaman adat budaya yang kita punya,” katanya lagi.

Bertindak sebagai perwira upacara, Kapten Infrantri Slamet Ariyanto, komandan Koramil Tempunak. Sebagai komandan upacara, Kapten Infantri Didik Heru, komandan Koramil Tebidah. Petugas upacara lainnya, Doktor Hendrika, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata kabupaten Sintang sebagai pembaca Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Sebagai pembaca riwayat singkat hari jadi Kota Sintang, Ir. Syamsul Hadi yang sehari-hari menjadi staf ahli Bupati Bidang Perekonomian Pembangunan dan Keuangan.

“penetapan tanggal 10 mei 1363 masehi sebagai hari jadi kota Sintang untuk menghargai dan mengenang peristiwa perpindahan Kerajaan Sintang dari Sepauk ke titik pertemuan alur Sungai Kapuas dan Sungai Melawi,” kata Hadi. “peristiwa itu menjadi momentum sejarah keberadaan Kota Sintang sebagai tempat kehidupan sosial-budaya dan pusat pemerintahan,” tambahnya.

Jeffray Edward selaku Ketua DPRD Sintang juga menyampaikan ajakan kepada masyarakat untuk bersama-sama saling menghargai. Ia juga menyampaikan harapansemoga Sintang makin maju dan damai, semakin menjadi kota yang lebih baik.

“Kami pikir dalam kemeriahan ini, suasana kita dalam tahun politik ini dapat menjadi cair. Tidak ada ketegangan di lingkungan kita dalam masa pesta demokrasi ini,” pesannya kepada masyarakat yang sedang dalam masa kampanye pilgub ini.

Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda Sintang, Kurniawan menyampaikan bahwa penggunaan pakaian adat nusantara pada upacara ini merupakan sebuah settingan panitia.

“panitia memang melakukan setting untuk penggunaan pakaian adat oleh seluruh pejabat daerah sebagai aktulisasi tema acara kita,” kata Kurniawan. “Sehingga kita terasa menjadi bagian antara satu sama lain,” tambahnya.

“kita ingin membangun semangat bhineka tunggal ika dalam hari jadi kota sintang,” ungkap Kurniawan lagi. “baru tahun ini kita melaksanakan penggunaan pakaian adat, mudah-mudahan ini dapat kita lanjutkan di tahun-tahun mendatang,” harapnya.

Wakil Ketua DPRD Sintang, Terry Ibrahim yang mengenakan pakaian adat Batak menyampaikan bahwa usia yang semakin tua dapat membawa kedewasaan dan kebijaksaan lebih bagi Sintang.

“semoga pemerintahnyasemakin mengayomi masyarakatnya. Secara politik kedepannya kita harapkan pemimpin Sintang dapat semakin merangkul  semua suku yang ada di Kabupaten Sintang.,” kata Terry. “Kita yang mengenakan pakaian adat ini merupakan contoh tentang menghargai  adat budaya yang adadi Sintang,” tambahnya dengan bangga.

Hari jadi Kota Sintang kemudian diberi payung hukum dengan penetapan Peraturan Daerah Kabupaten Sintang Nomor 11 tahun 2015 tentang hari Jadi Kota Sintang.

Upacara HUT Kota Sintang ke 656 ini di hadiri oleh Sultan Sintang, Komandan Korem 121/Alambhanawanawai, Kapolres Sintang, sejulah tokoh masyarakat, tokoh adat dan jajaran OPD di lingkungan Pemda Sintang.(ng/Hum)