Aksi Penolakan Guru Garis Depan (GGD), AMPP Audiensi ke DPRD Sintang

0
35

KALBARinfo.com-Sintang.  Aliansi Masyarakat Peduli Pendidikan (AMPP) melakukan audiensi ke  Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang. Audiensi ini dilakukan terkait aksi penolakkan terhadap Guru Garis Depan (GGD) yang dilakukan oleh AMPP kemarin (17/10) di Gedung Dewan.

Audiensi tersebut diadakan di ruang sidang DPRD Kabupaten Sintang namun digelar secara tertutup sehingga sejumlah awak media tidak dapat menyaksikan secara langsung pembahasan dari audiensi tersebut.

Koordinator Lapangan AMPP, Erasmus Endi Dacosta mengungkapkan bahwa pihaknya memang melayangkan surat ijin untuk melaksanakan audiensi tertutup namun bukan untuk membatasi awak media.

“Audiensi yang kami sampaikan memang bersifat tertutup, itu kami lakukan untuk membatasi peserta dari intern kami dalam mengikuti audiensi tersebut agar tidak membludak, bukan menghalangi awak media, disini hanya ada salah persepsi saja,”jelas Erasmus saat ditemui di Gedung Rakyat DPRD Kabupaten Sintang, Selasa (17/10).

Ia mengatakan adanya kebijakan untuk membatasi peserta audiensi untuk alasan keamanan. Pasalnya, pihaknya mendapatkan informasi adanya pesan berantai yang disampaikan kepada guru-guru honorer di daerah perbatasan yang isinya mengajak untuk turun bersama ke Gedung Rakyat DPRD Kabupaten Sintang.

“Adanya informasi tersebutlah yang membuat kami mengambil kebijakan untuk membatasi peserta audiensi. Kami tidak pernah menyampaikan atau mengajak untuk melakukan aksi hanya dengan sms tapi akan dilakukan secara resmi sehingga bisa dipertanggungjawabkan. Intinya kami mau penyampaian aspirasi secara elegan bukan anarkis,”terangnya.

Mengenai hasil rapat dengan pihak dewan, pihaknya mengaku cukup puas. Akan tetapi, ia mengaku akan terus melakukan aksi dari setiap kabupaten, pemerintah provinsi hingga ke pemerintah pusat yaitu Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

“70 % kami terima, 30 % masih dalam pertimbangan. Adanya keinginan pihak legistatif dan eksekutif untuk menghadap menteri sejalan dengan keinginan kami, itu sangat kami apresiasi sekali,” Imbuhnya

Ia juga menegaskan bahwa aksi yang dilakukan beberapa waktu lalu dan juga audiensi yang dilakukan pada hari ini bukanlah menolak kehadiran GGD di Kabupaten Sintang.

“Kami tidak menyalahkan GGD yang sudah ada di penempatan, mereka sudah melewati tahapan-tahapan. Yang ingin kami perjuangkan adalah ke depannya, program GGD ini sangat baik namun harus bisa mengakomodir putra-putri daerah,”terang Erasmus (KI).